Selasa, 14 Januari 2014

3 Kecamatan di Karawang terendam banjir

Filled under:



Puluhan Rumah Warga Desa Telukbuyung terendam banjir

3 Kecamatan di Kabupaten Karawang yakni pangkalan loji, Telukjambe barat dan pakis jaya terendam banjir, 160 kepala keluarga dan sekitar 3424 jiwa diungsikan. Selasa (14/1)
 
Dari data yang kami himpun menurut kepolisian, kelurahan dan di posko banjir, di Kecamatan Telukjambe barat yakni  Dusun Mujiah Rt. 01/01, Desa Mekarmulya rumah yg terendam air sejumlah 135 kepala keluarga, ketinggian air mencapai 1 meter hingga 1,5 meter, Dusun Ranca Sepat RT 02/02, Desa Mulyajaya sekitar 10 rumah terendam, Dusun Ranca Guha RT 05/03, Desa Mulyajaya 25 rumah terendam ketinggian air mencapai 1 meter hingga 1,5 meter.

Selanjutnya dari Kecamatan Pangkalan, Desa Tamansari beberapa warung disekitaran bantaran sungai Cibeet ikut juga terendam banjir dan jalan menuju Kecamatan Tegalwaru loji terputus akibat terendam banjir luapan sungai cibeet.
Kemudian di Kecamatan Pakisjaya, Desa Telukbuyung ada 2 dusun yg terkena banjir parah akibat luapan sungai citarum yakni dusun tenjojaya dan tanjungjaya.

menurut lurah Desa Telukbuyung  janur hasan mengungkapkan, ada lebih 2995 jiwa diungsikan dari 2 dusun tenjojaya dan tanjungjaya, beliau juga mengungkapkan ada 2995 jiwa yang saat ini mengungsi di sekitar tanggul di desa telukbuyung dengan kondisi tenda seadanya dan penyakit gatal- gatal sudah menyerang warga, kendati itu belum ada bantuan apapun dari pemerintah.

"sampai saat ini saya dan warga hanya mengungsi ditenda- tenda darurat yg kita buat dari bahan seadanya" Ujar janur.

ditempat lain kordinator posko di dusun Mujiah, Desa Mekarmulya kang bule menuturkan, kami dan warga saat ini membutuhkan selimut, makanan dan obat- obatan karena ada 429 jiwa tidur dengan tidak beralaskan tikar. 

“semua warga sudah dievakuasi di beberapa lokasi seperti masjid, sekolah dan kantor desa dan saat ini mereka membutuhkan makanan, selimut dan obat- obatan” Pungkas bule. 

Ditulis Oleh : Forum Komunikasi Daerah Aliran Sungai Citarum

Posted By Unknown22.50

Sabtu, 11 Januari 2014

Ikan Citarum Kembali Mati Mendadak

Filled under:


Memanfaatkan kejadian maboknya ikan, warga berbondong- bondong menjalanya
Lagi-lagi ribuan ikan di Sungai Citarum mati mendadak, Jum’at (10/1). Diduga hal tersebut terjadi akibat pencemaran limbah dari perusahaan-perusahaan yang  terjadi di sungai Citarum . 

Berdasarkan pantauan Kabar Gapura, ribuan ikan mati di Sungai Citarum pada Jumat pagi pukul 06.00 WIB. Puluhan warga yang bertempat tinggal di bantaran Sungai Citarum berbondong-bondong mengambil ikan-ikan tersebut. 
Ketua Harian Lembaga Swadaya Masyarat ForkadasC+ (Forum Komunikasi Daerah Aliran Sungai Citarum), Hendro Wibowo mengatakan, melihat air Sungai Citarum berwarna coklat pekat, sehingga memunculkan dugaan air sungai citarum tercemar limbah industri.
Tak tinggal diam, kejadian tersebut dilaporkan ke BPLHD Kabupaten Karawang agar selanjutnya ditindak lanjuti. Selain itu, ungkap Hendro, tim relawan ForkadasC+ disebar di beberapa titik di Sungai Citarum untuk memantau perkembangan kejadian  tersebut.
Dari hasil pantauan, diduga air tecemar limbah melihat dari indikasi warna air dan bau. Kami mengambil sampel air dan dokumentasi. Kepala Bidang Pengawas Dampak Lingkungan BPLH Karawang, Neneng sudah turun ke lokasi dan mengambil sampel air. Kemudian sampel tersebut diuji untuk mengetahui kandungan baku mutu airnya. Kalau memang benar-benar tercemar karena limbah, perusahaan tersebut harus ditindak, ujar Hendro.
Ditemui secara terpisah, Ketua RT 01/ 05, Desa Sukaharja, Kecamatan Telukjambe Timur, Arta menuturkan, kejadian ikan mati di sungai Citarum sering terjadi tetapi. Peristiwa paling parah terjadi bulan Nopember silam, yang bertepatan dengan peresmian jembatan Galuh Mas. Kejadian seperti ini sering terjadi, ini diduga kuat gara-gara limbah industri, kami meminta pemerintah mengusut dan menindak tegas pelaku pencemaran sungai Citarum,pinta Arta. (yfs) 

Dikutip dari: Koran Kabar Gapura Karawang

Posted By Unknown07.40

Kamis, 09 Januari 2014

Aktivis Lingkungan Kecam Prilaku Caleg

Filled under:


Puluhan APK tertancap di pepohonan daerah jalan menuju arah gonggo
Ulah calon anggota legislatif yang bertarung di Pemilu Legislatif 2014 seolah menghalalkan segara cara untuk meraih simpatik dan mensosialisasikan pencalonannya. Alat peraga kampanye milik Caleg banyak yang merusak lingkungan. Hal itu dibuktikan dengan banyaknya alat peraga kampanye yang di tempel menggunakan paku di pepohonan
Alat peraga kampanye menjadi salah satu cara para calon legislatif untuk mempromosikan diri di wilayah daerah pemilihannya. Banyaknya para caleg di setiap daerah membuat banyaknya APK terpajang dimana- mana tanpa melihat estetika dan menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan salah satunya pemakuan pohon.
Hasil dari pemantauan Kabar Gapura di beberapa titik, seperti wilayah perkotaan Karawang, pohon besar menjadi sasaran penempelan APK dengan menggunakan paku yang dapat membuat mati pohon tersebut. Di daerah perumahan Telukjambe, Jalan Jatirasa Tengah,  banyak menempel APK dengan di paku di pepohonan. Pelakunya hampir semua caleg dari partai peserta pemilihan umum legislatif 2014.
Fenomena tersebut membuat para aktivis lingkungan geram. Pemasangan alat peraga kampanye menggunakan paku di pepohonan telah mengancam keberlangsungan kehidupan pepohonan yang sangat bermanfaat bagi kehidupan. Menempelkan alat peraga kampanye menggunakan paku di pepohonan dilarang oleh aturan. 
Paku memiliki zat seng atau pengaruh asam terhadap pohon, dan bisa mempengaruhi pertumbuhan bahkan bisa mematikan keberlangsungan hidup pohon itu sendiri. Selanjutnya bahaya lain yang bisa ditimbulkan adalah dapat mempermudah tumbangnya pohon sehingga dapat membahayakan manusia yang tinggal disekitarnya
Begitu miris memang jika kita melihat itu semua terjadi di berbagai kota di seluruh Indonesia, apalagi pemerintah membiarkan itu semua terjadi. Oleh karena itu mari kita cegah bencana yang sebenarnya bisa kita hindari dan masih kurangkah contoh bencana yang hampir tiap tahun kita alami.

Ditulis Oleh: Forum Komunikasi Daerah Aliran Sungai Citarum

Posted By Unknown21.16

Imbauan tak Digubris, Sampah Tetap Berserakan di Sungai Citarum

Filled under: ,


Imbauan tak Digubris, Sampah Tetap Berserakan di Sungai Citarum


NGAMPRAH, (PRLM).- Sampah masih berserakan di bantaran Sungai Citarum, Jembatan Batujajar, Desa Selacau, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat.
Adanya spanduk larangan membuang sampah di kawasan tersebut pada kenyataannya tidak berdampak banyak bagi kebersihan lingkungan.
Tumpukan sampah yang paling kentara berada di ujung selatan jembatan BBS. Di termpat itu, sampah terlihat menumpuk dibalik spanduk larangan membuang sampah ke bantaran sungai yang dibuat oleh Pemkab Bandung Barat.
Beragam jenis sampah berserakan, mulai dari sampah plastik, hingga sisa-sisa bekas makanan. Hal itu juga menimbulkan bau yang tidak sedap.
Ace (60), warga Kampung Sinarmukti, Desa Selacau, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, mengeluhkan kondisi tersebut.
Menurutnya, hal itu menunjukkan masih minimnya pengelolaan sampah oleh pemerintah dan tidak kunjung membaiknya perilaku masyarakat dalam hal membuang sampah sembarangan.
“Padahal, lokasi tersebut berdekatan dengan sungai. Bisa saja kalau sedang ada hujan, sampah turun ke bawah lalu mengalir ke sungai. Apalagi, sampah kiriman dari daerah lain juga sudah banyak di sungai ini bila hujan sedang deras-derasnya,” kata dia, Senin (6/1/2014).
Menurutnya, perlu ada langkah kongkrit dari pemerintah untuk segera menuntaskan persoalan sampah yang menumpuk di sekitar bantaran Sungai Citarum, terutama yang ada di sekitar daerah Jembatan Batujajar. Dia mengharapkan adanya pengangkutan sampah secara rutin agar kebersihan tetap terjaga.
Juariah (56), warga Desa Selacau, mengatakan, sampah yang menumpuk di sekitar bantaran sungai maupun jembatan itu sebagian besarnya bukan berasal dari warga sekitar. Namun banyak juga yang berasal dari daerah di luar Kecamatan Batujajar. Hal itu bisa terjadi karena daerah tersebut dilalui oleh jalan raya.
“Tumpukan sampah itu terlihat seperti sekarang ini baru sekitar dua bulan ke belakang. Memang persoalan sampah di daerah ini tidak pernah tuntas. Setiap kali dibersihkan, selalu kotor lagi. Bahkan yang lebih ironis, spanduk larangan buang sampah malah dijadikan tempat pembuangan sampah,” tuturnya.
Dia menambahkan, bila hujan turun, banyak sampah di bantaran sungai yang terbawa arus. Bila permukaan sedang tinggi, sampah yang terbawa arus dari daerah lain juga meningkat.
Menurutnya, seringkali ada sekitar 10 rakit pengangkut sampah bila permukaan air sedang tinggi dan volume sampah di aliran sungai sedang banyak-banyaknya. “Saat ini sampah yang ada di aliran sungai tergolong masih belum banyak. Permukaan airnya juga belum tinggi,” tuturnya.
Kepala UPT Kebersihan Kabupaten Bandung Barat, Apit Ahmad Hanif mengakui, bahwa penanganan sampah di sekitar Sungai Citarum Jembatan Batujajar belum maksimal. Lantaran tidak adanya pengawasan, pembuangan sampah sembarangan terus terjadi.
Menurutnya, saat ada pengawasan dari petugas lingkungan hidup daerah, sampah cenderung bisa dikendalikan di kawasan tersebut. Namun saat ini, dirinya melihat pengawasan di daerah tersebut sudah tidak ada selama beberapa bulan terakhir. Pada akhirnya, beberapa lokasi di sekitar bantaran sungai dan jembatan menjadi tempat pembuangan sampah liar.
“Selama masih ada pengawasan, kami sempat bekerja sama juga untuk mengangkut sampah di sana. Namun sampai sekarang belum ada lagi. Tapi, permasalahan sampah di sekitar jembatan dan bantaran Sungai Citarum akan menjadi agenda kami. Saat ini kami masih memprioritaskan dulu penanganan sampah hasil selebrasi tahun baru kemarin,” tuturnya.
Dia mengakui, penanganan sampah di kawasan tersebut cukup sulit selama tidak ada pengawasan rutin. Pasalnya, karena relatif banyak dilalui oleh orang banyak, sampah akan terus-menerus ada.
Dia juga mengatakan, sampah yang ada di bantaran Sungai Citarum di Kecamatan Batujajar berasal dari tempat lain, terutama dari Kecamatan Cihampelas, dan Cililin.
“Karena itu, upaya untuk membuat volume sampah sampai ke titik nol di daerah jembatan dan bantaran sungai akan sangat menyedot anggaran,” tuturnya. (A-204/A-89)***

Dikutip dari : Pikiran Rakyat Online

Posted By Unknown21.00

Senin, 06 Januari 2014

Polda Bakal Bantu Pemprov Jabar "Perangi" Limbah Sungai Citarum

Filled under: ,



BANDUNG - Polda Jawa Barat menyambut baik wacana pemerintah provinsi mempidanakan pengelola industri yang kedapatan membuang limbah beracun ke Sungai Citarum. “Kami sambut baik hal itu. Yang pasti kami akan bantu maksimal penegakan hukum bagi para pelaku pencemaran lingkungan,” kata Kapolda Jabar, Irjen Pol Mochamad Iriawan di Bandung.

Menurutnya penanganan kasus seperti itu mengharuskan adanya kerjasama antara pemerintah daerah dan aparat kepolisian agar bisa menyeret pelaku keranah hukum. “Itu kan harus ada amdal-nya (analisis dampak lingkungan), nanti kami cek benar atau tidaknya. Lalu kami juga butuh saksi ahli dari instansi terkait,” jelasnya.

Bahkan, pihaknya telah menyiapkan tim khusus dari Direktorat Kriminal Khusus (Ditreskrimsus), yakni Unit Lingkungan Hidup, untuk membantu pemerintah menindaklajuti kasus itu.

Sebelumnya, Gubernur Jabar Ahmad Heryawan mengaku dalam waktu dekat bakal melakukan penegakan hukum terhadap industri yang membuang limbah beracun ke Sungai Citarum. Pemilik hingga manajemennya terancam dipidanakan bila tak segera mengolah air limbah sesuai standar.

Salah satu penegasan yakni penegakan hukum tegas terhadap setidaknya 71 industri yang berlokasi di bantaran Sungai Citarum 20 kilometer pertama. "Tidak ada toleransi lagi. Ke-71 industri dan lainnya yang belum terdata, harus segera mengoperasikan IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah) yang memenuhi standar. Kalau tidak, polisi akan menyeretnya ke pengadilan," tandas Heryawan.

Untuk memastikan penegakan hukum terhadap industri pencemar Sungai Citarum berjalan konsisten, Gubernur mengutarakan, pemprov akan menjalin kesepakatan khusus dengan Polda Jawa Barat. "Kerjasama (pemprov) dengan polisi harus kuat," tuturnya.  (ris)

Dikutip dari : okezone.com

Posted By Unknown00.25