Senin, 06 Januari 2014

71 Industri Pencemar Sungai Citarum Segera Ditindak

Filled under: ,

Gelontoran Limbah dari perusahaan- perusahaan yang berada di Bantaran Sungai Citarum
Pemerintahan Provinsi (Pemprov) Jawa Barat segera menindak 71 industri yang dianggap mencemari Sungai Citarum. Dari catatan, seluruh industri itu berada sekitar 20 km pertama bantaran Sungai Citarum.

"Tidak ada toleransi lagi. Industri harus segera mengoperasikan IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah) yang memenuhi standar. Kalau tidak, polisi akan menyeret ke pengadilan," kata Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan di Bandung, Jumat 3 Januari 2014.

Guna melakukan penegakan hukum, Pemprov Jabar akan menjalin kerjasama dengan Polda Jawa Barat. Hal ini dilakukan agar penindakan terhadap seluruh industri itu berjalan secara berkelanjutan.

"Kerjasama dengan polisi harus kuat, agar penindakannya berjalan konsisten," katanya.

Sementara itu Dirjen SDA Kementerian Pekerjaan Umum, Mochammad Hasan memastikan untuk mendukung program yang dilakukan Pemprov Jabar. Bahkan akan disiapkan anggaran khusus.

"Pemerintah pusat sangat mendukung, termasuk menyiapkan anggaran khusus. Kita berharap penanganan akan tuntas pada 2017 nanti," kata Hasan.

Sungai Citarum merupakan sungai yang mengalami titik pencemaran terberat di Indonesia. Kawasan ini sedang masuk program normalisasi oleh Kementerian Lingkungan Hidup.

Sungai ini bahkan sempat mendapat predikat sebagai sungai terkotor di dunia. Ruas sungai yang paling parah mengalami pencemaran berada sekitar 0-77 km. Lokasinya, mulai dari Situ Cisanti sampai Waduk Saguling. (adi)

Dikutip dari : Vivanews.com

Posted By Unknown00.18

forkadasC+ Present #GoGreen #MetamorforSelf



Puluhan anak muda sangat antusias sekali melihat Street Photograpy
13 Komunitas di Kabupaten Karawang yakni forkadasC+, Sahabat Citarum, Citarum lovers, Reinkarnation, Puteri padi, Shuffle Squad, Stand up Comedy, BMX163, SkateboardKRW, Bara Rimba, Klaten Community, Paguyuban e45 dan Karinding Nyawang menggelar kegiatan lingkungan dengan bertemakan “Go Green Metamorforself” pada minggu pagi di alun- alun Kabupaten Karawang (12/22).


Dalam kegiatan tersebut  selain operasi bersih- bersih di area alun- alun, mereka menampilkan pertunjukan music akustik dan pameran photo bertemakan lingkungan dan interaksi manusia, ada sekitar 99 photo dari sumbangan beberapa photographer di Kabupaten Karawang.

Sekertaris Umum forkadasC+ Aep Saepudin mengungkapkan, kami melihat dari beberapa fakta dilapangan seperti ada di dalam 99 photo yang kami pamerkan begitu banyak bukti- bukti tentang kerusakan alam oleh perbuatan manusia, alih fungsi lahan dan tumpukan sampah berserakan bukan pada tempatnya. Kendati, banyaknya larangan buang sampah ke sungai dan larangan untuk jangan buang sampah sembarangan kesadaran masyarakat untuk menjaga dan merawat kebersihan dirasa masih kurang dan parahnya buang sampah bukan pada tempatnya menjadi kebiasaan bagi sebagian masyarakat. Oleh karenanya kami dari berbagai komunitas menggagas kegiatan ini bertujuan untuk mengingatkan pentingnya menjaga lingkungan dan berharap bisa merubah pola kebiasaan buruk pribadi kami dan masyarakat  untuk tidak membuang sampah sembarangan.

Salah satu peserta kegiatan Willy dari bara rimba juga mengungkapkan, kegiatan ini harus sering dilakukan setiap minggunya, bukan tidak mungkin kegiatan bersih – bersih ini bisa menjadi pemicu semangat bagi masyarakat untuk merawat lingkungan dan mudah diduplikasikan oleh sebagian masyarakat. 

“Kami akan terus mengajak komunitas- komunitas yang lainnya untuk bergerak bersama untuk mewujudkan Karawang bersih dan nyaman” ujar Aep. 

Ditulis Oleh : Forum Komunikasi Daerah Aliran Sungai Citarum

Posted By Unknown00.01

Minggu, 05 Januari 2014

Workshop Penyusunan Buku Best Practice Konservasi Sungai di Bali

Filled under:



Workshop Penyusunan Buku Praktis Konservasi Sungai di Bali


Kepedulian para pecinta sungai dan aktivis lingkungan mengilhami workshop penyusunan best practice tentang konservasi sungai di Sanur Denpasar Bali. Workshop ini diprakarsai oleh Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup (PPLH) Bali bekerjasama dengan Global Environmental Facility- Small Grants Programme (GEF-SGP) Indonesia. Workshop yang berlangsung 3 hari, tanggal 18 hingga 20 nopember 2013 dihadiri oleh Lembaga pemerhati Lingkungan Hidup terutama konservasi sungai mewakili jawa bali seperti sungai citarum, ciliwung, cisadane, sungai Surabaya, kali brantas, kali winongo dan sungai badung yang mewakili kondisi umum sungai di jawa bali.

Lembaga tersebut antara lain,  Ecoton Jawa Timur , IDS ( Indosia Dragonfly Society) Jawa Timur ,PPLH Bali, DCG Berlians Bali , Sloka Institute Bali, Yayasan Ciliwung Merdeka jakarta ,Forum Komunikasi DAS Citarum Karawang, Yayasan Detara , Transformasi Hijau Jakarta, Bina Usaha Lingkungan Yogjakarta , Lembaga Masyarakat Indonesia Hijau (LMIH) Yogjakarta , dan GEF SGP Indonesia Jakarta.

Kabupaten Karawang melalui forkadasC+ (Forum Komunikasi Daerah Aliran Sungai Citarum) mewakili sungai citarum di penyusunan buku tersebut. Dan menilai bahwa kegiatan ini positif dalam menyusun panduan penyusunan buku praktis konservasi sungai bagi seluruh stake holder yang terlibat dalam pemanfaatan aliran sungai.

Ketua harian forkadasC+ Hendro wibowo juga mengungkapkan, banyak manfaat yang didapat dari workshop yang berlansung 3 hari tersebut karena dapat menggali informasi dari para aktivis lingkungan dari berbagai daerah dengan latar belakang organisasi yang beragam.

Saat ditemui oleh forkadasC+ Sekertariat dinas BPLH Kabupaten Karawang Wawan Setiawan mengungkapkan, kami selaku pemerintah karawang sangat berbangga hati karena melalui forkadasC+ karawang bisa ikut terlibat dalam penyusunan buku konservasi sungai dan bisa mewakili sungai citarum di dunia internasional. Dan Kami sangat mendukung dan berterimakasih kepada forkadasC+ yang selalu aktif melakukan kegiatan- kegiatan di sungai citarum karena dengan keterwakilan teman- teman disana menunjukan bahwa sungai citarum yang ada di Kabupaten Karawang menjadi sorotan dunia internasional.

Ditulis Oleh : Forum Komunikasi Daerah Aliran Sungai Citarum

Posted By Unknown23.43

"CITARUMKU MENGHITAM" karya: Yuda Febrian Silitonga

Filled under:




 
CITARUM
Terdengar dari gunung wayang...
Menggeliat menyusuri negeri ini...
Menyapa setiap cm ladangku...

CITARUM
Terdengar riakanmu seolah bahagia...
dengan ketenanganmu piluku sirna...

CITARUM
CInta yang abadi yang terus mengalir..
TAwamu menemaniku dikala senja...
RUmah yang nyaman bagi semua penghuninya....
Menyejukan hati pandangan setiap insan..
ITU DULU....
CITARUMKU KINI...
Menghitam..
Berduka...

Peduli
Menjaga
Memelihara
Kemanakah mereka..??
CITARUMKU MENGHITAM
CITARUMKU BERDUKA
Adakah yang masih tersisa di hati...??
Rasa peduli, Rasa cinta..
akan sungaiku ini....


Posted By Unknown23.17

BBWS Citarum Sosialisasikan GN-KPA

Filled under:



kegiatan GN-KPA di Cibodas diikuti oleh Seluruh LSM dan KSM di Bandung Barat

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum menggelar sosialisasi Gerakan Nasional Kemitraan Penyelematan Air (GN-KPA), dengan mengundang beberapa organisasi lingkungan hidup di Provinsi Jawa Barat. Acara tersebut digelar  di Desa Cibodas, Maribaya Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Kabupaten Karawang diwakili ForkadasC+ .
Sosialisasi GN-KPA diisi oleh pemateri dari BBWS Penyelamatan Sumber Daya Air 1 H. Nani, Pelaksana GN-KPA Dr. Ruchimat,ME., Kabid Bina Manfaat Dinas Penyelamatan Sumber Daya Air Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Donny Siswanto, AMKI, SP,M,Si.
Dijelaskan H.Nani, program GN-KPA ini dicanangkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada tanggal 28 April 2005 di Jakarta. Program tersebut berisikan enam komponen kegiatan. 

“1.Penataan Ruang, Pembangunan Fisik, Pertanahan dan Kependudukan, 2. Rehabilitasi hutan dan lahan serta konservasi sumber daya air. 3. Pengendalian daya rusak air.  4.Pengelolaan Kualitas dan Pengendalian pencemaran air. 5. Penghematan penggunaan dan pengelolaan permintaan air. 6.Pendayagunaan sumber daya air secara adil, efisien dan berkelanjutan,” katanya.

Dijeskan lebih lanjut, pembentukan Tim GN-KPA 2013, sudah dibentuk di beberapa kabupaten dan kota di Jawa Barat. Diantaranya Purwakarta, Bandung Barat, Ciliwung, Cisadane, dan Cilaki.
Sementara itu, di tempat yang sama, Ruchimat mengungkapkan Kabupaten Karawang memang belum ada tim GN-KPA, dan mungkin di tahun 2014 ini  bisa ikut terbentuk tim GN-KPA. "Kabupaten karawang memang belum ada komunikasi dengan BBWS mengenai Gerakan Nasional Kemitraan Penyelematan Air," ujar Ruchimat. 

Sementara itu, program normalisasi Sungai Citarum di Kabupaten Karawang, kata dia, berupa penguatan tanggul dari Bendungan Walahar Parisdo hingga Muara Bendera. “Tanggul itu memang tidak dibolehkan untuk ditanami pohon besar karena dapat merusak tanggul, adapun tanaman- tanaman sejenis rerumputan itu diperbolehkan, seperti rumput akar wangi. Kami terbuka menerima masukan dari teman- teman komunitas untuk program revitalisasi Sungai Citarum," ujar Ruchimat.

Sementara itu, terkait dengan normalisasi Sungai Citarum di Kabupaten Karawang, Hendro Wibowo selaku ketua harian ForkadasC+ mengungkapkan, pihaknya sengaja menyambangi BBWS Citarum untuk menjalin komunikasi antara masyarakat di hilir Kabupaten Karawang. 

“BBWS selaku penanggung jawab proyek normalisasi Citarum menjelaskan kepada kami, mereka saat ini memang belum merancang program revitalisasi Sungai Citarum. Oleh karenanya mereka membuka masukan pembuatan program revitalisasi Sungai Citarum,” katanya. 

Ditulis Oleh : Forum Komunikasi Daerah Aliran Sungai Citarum

Posted By Unknown23.10